>"Aceh Bangkit 2005 dan Syariat"

Posted: September 19, 2005 by checkmad in Blog
Tag:

>

Pameran pembangunan “Aceh Bangkit 2005” yang berlangsung dari 9 s/d 18 september 2005 yang memiliki misi : “memberdayakan masyarakat, mengembangkan kembali Pekan Kebudayaan Aceh, serta merupakan bagian dari upaya membantu para yatim korban tsunami”. Pameran pembangunan ini juga merupakan ajang untuk memperlihatkan kemajuan pembangunan yang telah berlangsung di Aceh dan bagaimana pembangunan Aceh kedepan nantinya. kegiatan ini juga diisi dengan seminar dan aneka perlombaan untuk anak-anak serta hiburan untuk masyarakat.
Bencana Tsunami yang terjadi sembilan bulan lalu merupakan sebuah luka dan kepedihan yang amat dalam bagi masyarakat di Nangroe Aceh darussalam, Aceh Bangkit 2005 ini merupakan sebuah hiburan bagi masyrakat yang telah lama butuh suatu penyegaran.
Namun Apakah pameran pembangunan yang disponsori oleh Pemda Dan beberapa NGO asing itu telah memenuhi unsur dan nilai-nilai kebudayaan masyarakat Aceh. Syariat Islam yang dikumandangkan di Aceh, dan hukum syariah yang telah di berlakukan apakah juga telah mendapat perhatian dalam pelaksanaan pameran pembangunan ini ?. Ini menjadi suatu pertanyaan besar yang harus di jawab oleh setiap kita masyarakat aceh secara umum dan pelaksana kegiatan secara khususnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini terlihat jelas kurangnya perhatian dari pada pengunjung dan pihak Wilayatul Hisbah untuk menerapkan syariat islam di arena pameran. Kita bisa melihat pasangan muda-mudi yang bukan muhrim bergandengan tangan, berpelukan, pakaian yang memamerkan Aurat dan lainnya yang bertentangan dengan syariat. Kita juga harus mengakui implementasi syariat Islam itu sendiri harus dimulai dari diri sendiri, dan merupakan kesadaran pribadi kita masing-masing, Namun dalam pelaksanaan keramaian pihak pihak yang terkait dengan penegakan syariat islam juga diminta untuk lebih berani mengambil sikap tegas demi tegaknya syariat islam di Naggroe yang kita cintai ini. Syariat islam jangan hanya menjadi sesuatu yang hanya diagung-agungkan, bukan hanya jadi slogan-slogan. tapi bagai mana mewujudkannya dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat Naggroe Aceh darussalam.
Serambi Mekkah jangan hanya jadi sebuah kebanggaan, Syariat islam bukan hanya ucapan, mari kita bersama berfikir untuk membagun aceh ini benar-benar menjadi sebuah negeri yang penuh dengan keselamatan bukan sebuah negeri yang selalu tertimpa musibah. Mari bersama kita bangun Aceh ini sesuai dengan namanya “Naggroe Aceh Darussalam(negeri aceh yang penuh keselamatan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s