Posted by: mamad on: November 23, 2008
Langsa, Priit ….priit suara itu akan menjadi hal biasa kita dengar bila mana kita memarkirkan kenderaan, dan akan dipandu untuk memarkirkannya dengan baik. Inilah kebiasaan dari para petugas berseragam Orange yang sudah menjadi rutinitas hariannya. Badan jalan pun akan terasa rapi dan enak untuk dilalui oleh kenderaan lain.Kota Langsa salah satu dari kab/kota yang berada di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dimana Petugas berseragam orange atau lebih dikenal dengan Juru Parkir cukup banyak. Di daerah ini hampir rata-rata juru parkir nya adalah kaum perempuan dan sebagian kecil kaum Pria. Ini menjadi sebuah karakter tersendiri yang membuat para pengemudi kenderaan bermotornya tidak akan bersikeras untuk tidak membayar jasa juru parkir.
Dari satu sisi memang cukup baik untuk meningkatkan pendapatan daerah, namun juga tak bisa dipungkiri dari sisi yang lain juga banyak para juru kemudi yang merasa tidak terpuaskan dengan pelayanan juru parkir. Hal ini lebih dikarenakan para pengemudi tidak terbantu untuk mengeluarkan kenderaan dia dari tempat perparkiran.
Setiap sudut kota Langsa kita bisa melihat cukup banyak Juru parkir, bahkan hanya berselang beberapa toko menjadi wilayah petugas parkir yang lain dan kita juga harus membayar kembali atas jasa parkir di tempat tersebut. Nominal dari tarif yang ditetapkan perparkiran Langsa memang sangat terjangkau, Rp. 500 untuk Sepeda motor dan Rp. 1000 untuk kenderaan roda empat. Namun yang menjadi ketidak puasan dari pelanggan perparkiran bukan nominal dari tarif tersebut melainkan pelayanan dari juru parkir yang kurang memuaskan seperti tidak diatur dimana kita harus memarkirkan kenderaan kita dan waktu kita ingin keluar dari perparkiran para pengemudi tidak dibantu untuk mengeluarkan kenderaannya. Kejadian ini sering menimpa pemilik kenderaan roda dua. Selain dari hal tersebut banyak kejadian lain seperti kenderan roda dua setelah diparkir dibagian belakang dan pada saat didepan sudah kosong petugas tidak menggeser kenderaan ke tempat kosong tersebut, kejadian seperti ini tidak terjadi didaerah yang lain.
Sampai saat ini kejadian seperti itu masih terus berlangsung di kota Langsa, dan menjadi harapan dari para pelanggar perpakiran untuk adanya pembenahan dari pada petugas parkir tersebut. Untuk hal tersebut sangat dibutuhkan perhatian dari pejabat yang berwenang, dengan puas nya para pengemudi kenderaan yang memarkirkan kenderaannya maka akan menambah pendapat dari daerah tersebut. (md)